Sabtu, 10 September 2016

Sepi

Sepi adalah ramaimu yang mendadak pergi.

Sepi adalah tempat dimana aku tanpamu menepi.

Sepi adalah tujuh hari tanpa langkah kakimu menghampiri.


Sepi adalah melepaskan setiap memori tentangmu di kepala ini.


Sepi adalah gema hati yang memberisikan diri, meronta-ronta agar kau jangan pergi.


Sepi adalah bagian molekul hati yang melepaskan diri mencari pengganti.


Sepi adalah tak ada ponsel berbunyi pertanda kau tak ucapkan selamat pagi di dini hari.


Sepi adalah makanan paling hambar yang pernah aku cicipi.


Sepi adalah ketika dalam harimu aku sudah terganti.


Sepi adalah ia tiba bukan denganku tapi dengan perempuannya.

Sepi adalah aku yang duduk sendiri di teras rumah, tempat aku jatuh hati padamu berkali-kali.


Sepi adalah kepalaku yang menyeretmu dari ingatan masa lalu di tempat-tempat tertentu.


Sepi adalah menyuruh hati ini diam sebab ia merengek rindu.


Sepi adalah sang waktu yang meminta perhatian agar bisa berdua saja dengannya.

Sepi adalah hadiah, sebab kalau musibah pasti berbondong-bondong orang ramai menontoni.


Sepi adalah yang harus dirayakan dengan mewah, supaya hidup tetap terlihat meriah.


-

di bawah pendar senja dan bising keramaian
Bandar lampung, 2016




Tidak ada komentar:

Posting Komentar